Senin, 27 Juli 2020

4.3 Menyusun kembali format dokumen pengolahan kata.
4.3.1  Membuat tulisan deskritif.

Cara Menulis Paragraf Deskriptif

Paragraf deskriptif meliputi hal-hal mendetail yang dirasakan oleh kelima indra: penglihatan, pengecap, sentuhan, penciuman, dan pendengaran. Dalam sebuah paragraf deskriptif, penulis harus menyampaikan informasi yang dirasakan seluruh indra ini, untuk memberikan deskripsi terbaik yang mungkin kepada pembaca. Paragraf deskriptif biasanya digunakan dalam tulisan fiksi dan non-fiksi untuk membantu pembaca menyatu dengan dunia penulisnya. Meskipun tidak ada aturan yang wajib tentang struktur paragraf deskriptif, ada beberapa saran yang mungkin bisa membantumu menulis paragraf deskriptif yang efektif dan menarik. Lihatlah langkah 1 untuk memulainya hari ini.

Menulis Sebuah Paragraf Deskriptif

  1. Gambar berjudul Write Alliteration Poems Step 6
    1

    Pastikan untuk memilih karakter, tempat, atau benda yang bermakna. Sebelum kamu memulai paragrafmu, kamu harus memilih sesuatu yang pantas untuk dideskripsikan. Jika kamu ingin mendeskripsikan suatu karakter, pastikan karakter tersebut menarik. Jika kamu ingin mendeskripsikan sebuah benda, pastikan benda itu memiliki arti yang dalam sehingga pantas untuk ditulis. Jika kamu memilih sebuah tempat, pastikan kamu dapat mendeskripsikannya dengan cara yang unik yang dapat menangkap perhatian para pembaca.
    • Misalnya, pada halaman pembukaan The Catcher in the Rye, Holden Caulfield mendeskripsikan sarung tangan baseball. Sarung tangan itu sendiri tidak begitu penting, tetapi dia mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang berarti karena sarung tangan itu dulunya adalah milik kakak laki-lakinya yang sudah meninggal. Meskipun tidak semua benda membutuhkan cerita yang tersusun rapi, tetapi jika benda itu memiliki arti, hal ini bisa membuat deksripsimu menjadi lebih berisi.
    • Jika kamu ingin memilih sebuah tempat, jangan hanya memilih tempat kuno sembarangan di sebuah pantai, tetapi tempat yang berarti untukmu – atau, jika kamu menulis fiksi, tempat yang berarti untuk karaktermu. Ini dapat memperdalam arti tempat tersebut.
  2. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 2
    2

    Perkenalkan karakter, tempat, atau benda yang kamu deskripsikan. Jika kamu ingin mendapatkan perhatian pembacamu, kamu harus membuat mereka mengetahui hal-hal yang kamu deskripsikan sesegera mungkin dan tidak membuat mereka menebak-nebak. Ini adalah contoh beberapa kalimat pembuka dalam sebuah paragraf deskriptif:
    • Ruang basement Natasha adalah tempat perlindungan kami. Aku kembali ke sana di dalam mimpiku yang terhebat, dan terbangun, merasa bahwa aku bisa meninggal dengan senang.
      • Ini adalah kalimat pembuka yang memperkenalkan subjek yang sedang dideskripsikan, yaitu basement milik teman narator. Sangat jelas bahwa tempat ini sangat penting bagi narator.
  3. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 3
    3

    Libatkan indra penglihatan para pembaca. Kamu bisa memulai dengan hal-hal yang bisa dilihat para pembaca dan melalui indra penglihatan mereka, memperkenalkan benda yang dideskripsikan. Karena penglihatan adalah indra yang paling membantu, paragraf deskriptif yang baik harus menceritakan hal-hal yang ingin digambarkan oleh penulis. Menggunakan kata-kata sifat yang jelas untuk mengilustrasikan adegan, momen, pengalaman, atau benda kepada pembaca, akan memberikan gambaran visual dalam pikiran para pembaca. Perlu diingat bahwa memang kata-kata sifat bisa menyampaikan suatu gambaran, tetapi menggunakannya terlalu sering bisa membuat tulisanmu menjadi membosankan dan terlalu tegang. Ini adalah contoh pembukaan sebuah paragraf deskriptif:
    • Bahkan hari ini, aku bisa melukiskan lukisan yang sempurna, sampai detail potongan terakhir remahan pizza yang terabaikan dan membusuk di bawah meja ping pong.
      • Secara langsung, pembaca diberikan deskripsi visual tentang hal-hal yang ada di basement: remahan pizza yang membusuk dan meja ping pong. Pembaca mengetahui bahwa basement adalah tempat yang kacau dan berantakan.
  4. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 4
    4

    Deskripsikan bau dan rasa yang mungkin untuk dideskripsikan. Pikirkan cara untuk mendeskripsikan topik, adegan, atau momen kepada pembaca yang dapat dirasakan dengan indra penciuman dan pengecap. Paragraf deskriptif yang baik membuat pembacanya merasa mengalami hal-hal yang dibacanya, tidak hanya sekedar membaca saja. Masukkan satu atau dua kalimat tentang bau benda yang kamu deskripsikan dan gunakan kata-kata sifat yang jelas untuk menyampaikan bau benda itu kepada pembaca. Rasanya enak tidak akan mampu memberikan pengalaman spesifik kepada pembacamu. Akan tetapi, Rasanya seperti pai apel nenek saat baru saja selesai dibuat dan bergelembung di pinggirannya – renyah, nikmat, dan manis membantu mendeskripsikan rasa benda yang kamu deskripsikan dengan jelas. Tentu saja, tidak semua yang kamu deskripsikan akan memiliki rasa atau bau yang relevan; jika benda itu memilik rasa atau bau, akan lebih baik untuk mendeskripsikannya. Ini adalah paragraf lanjutan deskripsi tadi:
    • Root beer yang tumpah dan duck sauce yang mengkilap di karpet cokelat menunjukkan malam yang penuh tawa dan mengerjai orang lewat telepon, saat kami terlalu sibuk untuk mencoba membersihkan semuanya. Popcorn terinjak-injak di karpet dan tidak pernah dibersihkan. Kamu bisa mencium campuran bau manis dan mentega, bahkan jika kamu berdiri di depan teras.
  5. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 5
    5

    Deskripsikan perasaan akan suatu momen atau tentang suatu benda. Sambil menulis paragraf, tulislah satu atau dua kalimat tentang pengalaman yang kamu rasakan. Apakah yang kamu ingat saat kamu membayangkan tanganmu meraba permukaannya atau merasakan perasaan geli saat benda itu menuruni punggungmu? Bagaimana reaksimu pada saat itu? Sekali lagi, gunakan kata-kata sifat deskriptif untuk mendeskripsikan hal-hal yang kamu rasakan pada saat itu. Hindari menggunakan kalimat umum seperti rasanya menyenangkan yang tidak deskriptif sama sekali. Lebih spesifiknya, contoh-contoh pasti yang menyampaikan perasaan akan sesuatu kepada pembaca. Jika kamu mendeskripsikan perasaan seorang karakter terhadap sebuah benda, ini akan memberikan pembaca gambaran seperti apa benda tersebut. Paragraf selanjutnya:
    • Tak ada yang pernah terhapus. Semuanya bagaikan ingatan. Dengan waktu dan keinginan yang cukup, kamu bisa menemukan hampir semua hal di sana. Katie pernah mendapatkan kembali Tamagotchinya sewaktu kelas 3 SD dari lemari penyimpanan. Lain waktu, Nora menggali kamera yang dibuang lengkap dengan foto-foto yang kuambil saat perjalanan wisata kelas 4 SD ke Ellis Island.
      • Perhatikan, pada kalimat-kalimat di atas, narator mendeskripsikan bahwa basement itu tidak pernah dibersihkan, sambil menggunakan detail tersebut untuk menunjukkan bahwa basement itu sangat penting untuknya karena sudah menemaninya di masa kecil. Kedua hal ini menyampaikan perasaan yang dirasakan saat berada di basement dan juga menggunakan kalimat-kalimat kiasan untuk menciptakan makna yang lebih dalam tentang tempat itu.
  6. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 6
    6

    Deskripsikan suara subjekmu. Apa yang bisa kamu dengar? Apakah ada keheningan yang memekakkan telinga? Jika ada suara mendengung, hindari mengatakan Tiba-tiba, aku mendengar suara mendengung, tetapi katakan Aku tersentak saat mendengar suara mendengung yang tidak bisa kujelaskan, sangat keras sampai aku menutupi wajah dan telingaku dengan tangan. Kupikir itu adalah alarm kebakaran… dan pembaca akan mampu menghubungkan suara tersebut dengan deskripsi alarm kebakaran, seperti kebanyakan orang kaget mendengar suara alarm kebakaran. Ini adalah cara mendeskripsikan suara dalam paragraf:
    • Televisi di basement selalu menyala, tetapi tak seorang pun menontonnya. Kami terlalu sibuk menertawai permainan Rummikub terakhir kami, mengerjai orang-orang yang kami sukai lewat telepon, atau mendengarkan suara bel yang menandakan pizzanya sudah datang.
      • Di sini, narator menggunakan suara di basement untuk menyampaikan hal-hal yang dirasakan di sana, dan secara tidak langsung memberitahu pembaca hal-hal yang biasanya dilakukan di sana.
  7. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 7
    7

    Lakukan pengamatan yang unik. Saat kamu mendeskripsikan sesuatu, berikan gambaran, perasaan, bau, atau penglihatan yang tidak akan disangka oleh pembacamu. Jika kamu mendeskripsikan seorang pengacara misalnya, jangan hanya mengatakan hal-hal yang mudah ditebak tentangnya, seperti bahwa dia menggunakan jas dan banyak bekerja; tetapi beritahu tentang rasa cinta rahasianya pada iguana peliharaannya. Pastikan untuk membuat deksripsimu terdengar segar dan mengejutkan. Paragraf kita yang selanjutnya:
    • Untaian hiasan Natal berwarna perak di sekitar tangga merupakan hiasan permanen; kue ulang tahun yang sama merayakan tiga kali ulang tahun, hingga lama-kelamaan warnanya memudar, dan terlihat mengelupas dari dinding karena keinginannya sendiri.
      • Kalimat ini membuat basement seolah-olah memiliki nyawa dan keinginannya sendiri.
  8. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 8
    8

    Gunakan beberapa kalimat kiasan. Menggunakan teknik menulis lain yang efektif untuk mengakhiri paragrafmu, akan membuatnya terlihat lebih menarik dan menggugah. Jika kamu memasukkan semua elemen ini di dalam paragrafmu, pembacamu akan dapat benar-benar mengalami dan menghargai tulisanmu. Kamu bisa mendeskripsikan seseorang, tempat, atau benda menggunakan bahasa literatur dan percakapan, dengan menggunakan metafora atau perumpamaan untuk memberikan rasa yang nyata tentang benda yang dideskripsikan. Ini adalah contoh beberapa kalimat kiasan:
    • Seperti sebelumnya, dengan meja ping pong tanpa jaring dan sebuah kasur menghadap TV, basementnya terlihat seperti video Criminal Fiona Apple daripada sebuah tempat untuk membesarkan anak-anakmu.
      • Kalimat ini menggunakan perumpamaan untuk membandingkan basement dengan video musik yang terkenal buruk, ditambah dengan kalimat yang membuat maknanya semakin dalam.
  9. Gambar berjudul Write a Descriptive Paragraph Step 9
    9

    Selesaikan paragrafmu. Meskipun kamu tidak membutuhkan kalimat kesimpulan yang baik untuk paragraf kreatif ini (kecuali ini adalah tugas sekolah), kamu perlu mengakhiri paragrafmu dengan suatu cara, yang membuat para pembacamu mengingat hal yang sudah kamu deskripsikan dan untuk meninggalkan gambaran terakhir tentang karakter, tempat, atau benda tersebut dalam pikiran mereka. Inilah cara mengakhiri paragrafmu:
    • Dan itulah alasan tiga sikat gigi tambahan itu sampai di kamar mandi bawah. Kami semua bisa saja hidup dan mati di sana.
      • Dua kalimat terakhir ini, meskipun tidak secara eksplisit mengatakan bahwa gadis-gadis lain itu biasa menghabiskan waktunya di sana, menggunakan gambaran sikat gigi tambahan untuk menunjukkan bahwa basement itu dulunya pernah menjadi tempat perlindungan untuk gadis-gadis muda, yang mengingatkan pembaca akan kalimat pertama. Kalimat ini menunjukkan bahwa basement sangatlah penting bagi gadis-gadis yang tumbuh di sana tanpa secara eksplisit mengatakannya.

Tips

  • Selalu berkonsentrasilah pada hal-hal yang ada di sekitarmu dan berikan banyak perumpamaan dan metafora yang mendeskripsikan hal-hal yang bisa kamu dengar, lihat, rasakan, atau kecap.
  • Hindari penggunaan kata-kata seperti baikbaguscantik, atau hebat, karena kata-kata ini tidak memberikan gambaran nyata dalam pikiran pembaca.
  • Gunakan kalimat yang sederhana tetapi penuh makna di setiap waktu!
  • Suara mungkin sulit untuk dideskripsikan, seperti rasa dan bau. Gunakan perumpamaanatau metafora yang berhubungan, yang dapat membantu pembaca memahami hal yang kamu alami dan tidak membuat mereka menebak-nebak.
  • Ingatlah untuk tidak membiarkan pembaca berimajinasi, terutama saat mendeskripsikan suara. Kalimat seperti Angin yang lembut itu berbisik di telingaku, meninggalkan ketenangan yang damai di padang rumput adalah kalimat baik yang dapat didengar.
  • Gunakan kata-kata sifat deskriptif seperti: selanjutnya.
  • Bersabar, berimajinasi dan pastikan bahwa bahwa kamu bisa mendeskripsikan setiap peralihan dari satu objek ke objek lainnya.

3.3 Mengevaluasi Paragraf Deskriptif, Argumentatif, Naratif, dan Persuasif

Paragraf - Unsur, Syarat, Fungsi, Ciri, Jenis, Struktur, Contoh

KI 3.3.1 Menganalisis ciri-ciri paragraf Deskriptif, Argumentatif, Naratif, dan Persuasif

 
  • Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah. 
  • Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
  • Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui
  • kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
  • Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak
  • hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  • Persuasi memerlukan fakta dan data.
Ciri – Ciri Narasi : 
Menurut Gorys Keraf
  • Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  • Dirangkai dalam urutan waktu.
  • Berusaha menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
  • Ada konfiks.
Ciri – Ciri Argumentasi :
  • Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
  • Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
  • Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
  • Penutup berisi kesimpulan.
Ciri – Ciri Deskripsi :
  • Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
  • Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca  agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
  • Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
  • Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis 

3.3.2 Membandingkan paragraf  deskriptif, argumentatif, naratif, dan presuasif.

Dikarenakan sedikit ada masalah dalam UKM Jurnalistik yang saya gandrungi, jadi kepikiran deh untuk mendokumentasikan hasil diskusi kami mengenai Perbedaan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi.
Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi).
Ditinjau dari jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis, yakni:
  • Paragraf Narasi
  • Paragraf Deskripsi
  • Paragraf Eksposisi
  • Paragraf Argumentasi
  • Paragraf Persuasi
Kali ini, saya akan memberi contoh masing-masing kelima paragraf tersebut dengan tema bahasan mengenai Pantai Parangtritis. Sengaja saya buat dengan tema yang sama agar pembaca lebih mudah mengetahui perbedaan dari kelima jenis paragraf tersebut.

A. Paragraf Narasi –> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.
Contoh:
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.


B. Paragraf Deskripsi –> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.
Contoh:
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.

C. Paragraf Eksposisi –> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan).
Contoh:
Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

D. Paragraf Argumentasi –> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta
Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.


E. Paragraf Persuasi –> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.

Sabtu, 25 Juli 2020

4.2 MEMBUAT PETA MINDA

MEMBUAT PETA MINDA

New Picture (1)
Gambar 1. Peta Konsep
Pembuatan mind mapping dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atau suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain. George Posner dan Alan Rudnitsky, dalam Trianto (2009) menulis, bahwa “peta konsep mirip peta jalan, namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan anta ride-ide, bukan hubungan antar tempat”. Untuk membuat suatu peta konsep, siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topic dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Kadang-kadang peta konsep merupakan diagram hierarki, kadang-kadang peta kosep itu memfokus pada hubungan sebab-akibat.
perkembangan-tp-1-638
Gambar 2. Contoh peta konsep 2
Trianto (2009), memberikan langkah-langkah dalam membuat peta konsep sebagai berikut: Langkah-langkah dalam Membuat Mind Mapping :
  1. Mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep.
  2. Mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama.
  3. Tempatkan ide-ide utama di tengah atau di puncak peta tersebut.
  4. Kelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut dengan ide utama.
Berdasarkan pendapat di atas, dapatlah dikemukakan langkah-langkah dalam membuat peta konsep sebagai berikut: (1) memilih suatu bahan bacaan; (2) menentukan konsep-konsep yang relevan; (3) mengurutkan konsep-konsep dari yang inklusif ke yang kurang inklusif; (4) menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep yang inklusif diletakkan di bagian yang paling atas atau puncak peta lalu dihubungkan dengan kata penghubung misalnya “ terdiri atas “, “ menggunakan “ dan lain-lain.
Menurut Mahmudin (2009), proses pembuatan sebuah mind mapping (MM) secara step by step dapat dibagi menjadi empat langkah yang harus dilakukan secara berurutan yaitu :
1) Menentukan Central Topic yang akan dibuatkan mind mapping, untuk buku pelajaran Central Topik biasanya adalah Judul buku atau Judul bab yang akan dipelajari dan harus diletakkan ditengah kertas serta usahakan berbentuk image/gambar.
2) Membuat Basic Ordering Ideas – BOIs untuk Central Topik yang telah dipilih, BOIs biasanya adalah judul Bab atau Sub-Bab dari buku yang akan dipelajari atau bisa juga dengan menggunakan 5WH (What, Why, Where, When, Who dan How).
3) Melengkapi setiap BOIs dengan cabang-cabang yang berisi data-data pendukung yang terkait. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting karena pada saat inilah seluruh data-data harus ditempatkan dalam setiap cabang BOIs secara asosiatif dan menggunakan struktur radian yang menjadi ciri yang paling khas dari suatu mind mapping.
4) Melengkapi setiap cabang dengan Image baik berupa gambar, simbol, kode, daftar, grafik dan garis penghubung bila ada BOIs yang saling terkait satu dengan lainnya. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membuat sebuah mind mapping menjadi lebih menarik sehingga lebih mudah untuk dimengerti dan diingat.
Dalam membuat mind mapping, Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar mind mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM:
1. Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna.
2. Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Seluruh garis harus tersambung ke pusat.
3. Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.
4. Image: gunakan sebanyak mungkin gambar, kode, simbol, grafik, table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi.
5. Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs.
6. Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabang-cabangnya menyebar ke segala arah. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1.

4.1. Menggunakan fungsi-fungsi perintah (Command )


A. Pengertian CMD
Command Prompt/ CMD adalah sebuah perintah DOS yang ada di sistem operasi windows, Cmd bisa kita gunakan baIk secara offline maupun online. Dengan menggunakan command prompt ini, kita bisa dengan mudah mengakses, mengganti nama, memindahkan file dan masih banyak lagi Fungsinya.

B. Berikut ini cara cepat membuka command promppt (CMD) 




  • Pertama silakan anda tekan kombinasi keyboar windows+R seperti gambar dibawah ini 

Cara Cepat Membuka CMD (command prompt)
Cara Cepat Membuka CMD (command prompt)
  • Maka akan  tampil windows/jendela RUN,maka pada box open tulis CMD lalu Enter
  • Maka akan tampil jendela/windows hitam seperti gambar dibawah ini 
    Belajar Cara Menggunakan CMD & Perintah Pada CMD
    Belajar Cara Menggunakan CMD & Perintah Pada CMD
Setelah anda tau Cara Membuka Command Prompt (CMD) selanjutnya anda harus mengetahui Daftar Perintah Pada Command Prompt (CMD).Berikut ini daftar perintah dalam CMD:

ADDUSERS : Menambah/melihat daftar user melalui CSV file


ARP : Address Resolution Protocol


ASSOC : Mengganti ekstensi file asosiasi

ASSOCIAT : Menjalankan file asosiasi satu langkah

AT : Menjadwalkan perintah yang akan dijalankan lain waktu
ATTRIB : Mengganti attribut file


BOOTCFG : Mengedit pengaturan Windows boot
BROWSTAT : Mengambil domain, browser dan PDC info

CACLS : Mengganti permision file
CALL : Memanggil salah satu program dari kelompok program
CD : Pindah direktori/pindah folder
CHANGE : Mengganti properties Terminal Server Session
CHKDSK : Cek disk/harddisk dan memperbaiki permasalah harddisk
CHKNTFS : Cek NTFS file system
CHOICE : Menyetujui/memilih tombol input keyboard untuk memanggil file
CIPHER : Enkripsi/dekripsi file atau folder
CleanMgr : Menghapus otomatis temporary file termasuk recycle bin
CLEARMEM : Menghapus/membersihkan memory
CLIP : Mengcopy STDIN ke Windows clipboard.
CLS : Membersihkan/menghilangkan layar
CLUSTER : Clustering Windows
CMD : Memulai/membuka command prompt
COLOR : Mengganti warna layar command prompt
COMP : Membandingkan isi dua file atau lebih
COMPACT : Mengompress file atau folder pada partisi NTFS
COMPRESS : Mengompress sebuah file pada partisis NTFS
CON2PRT : Menghubungkan atau memutus koneksi printer
CONVERT : Mengganti dari partisi FAT ke NTFS.
COPY : Mencopy satu atau lebih files
CSVDE : Import/Export Active Directory data

DATE : Menampilkan tanggal
Dcomcnfg : DCOM Configuration Utility
DEFRAG : Mendefragmen harddisk
DEL : Menghapus file
DELPROF : Menghapus profil user NT
DELTREE : Menghapus folder dan subfolder
DevCon : Device Manager Command Line Utility
DIR : Menampilkan daftar file dan folder
DIRUSE : Menampilkan daftar disk yang terpakai
DISKCOMP : Membandingkan isi dua buah floppy disk
DISKCOPY : Mengcopy isi Floppy disk
DNSSTAT : DNS Statistik
DOSKEY : Mengedit baris perintah, memanggil ulang perintah, dan membuat macros
DSADD : Menambah user dan grup komputer di active directory
DSQUERY : Menampilkan daftar item di active directory
DSMOD : Memodifikasi user dan grup komputer di active directory

ECHO : Menampilkan pesan di layar
ENDLOCAL : Menampilkan perubahan pada akhir kelompok file
ERASE : Menghapus satu atau lebih file
EXIT : Keluar dari commant prompt
EXPAND : Menggelar file
EXTRACT : Mengekstrak file

FC : Membandingkan dua file
FDISK : Menampilkan format disk dan partisi
FIND : Mencari sebuah file
FINDSTR : Mencari file berdasarkan potongan kata
FOR : Menampilkan kondisi terakhir yang terjadi pada waktu terakhir
FORFILES : Menampilkan proses kelompok file
FORMAT : Memformat disk
FREEDISK : Melihat kapasitas disk yang kosong
FSUTIL : Utilitas file dan volume file
FTP : File Transfer Protocol
FTYPE : Menampilkan atau mengganti ekstensi file

GLOBAL : Menampilkan user dari grup global
GOTO : Mengakses langsung kelompok program melalui label program pada command line

HELP : Bantuan
HFNETCHK : Network Security Hotfix Checker

IF : Salah satu perintah kondisi
IFMEMBER : Kondisi salah satu user di NT Workgroup
IPCONFIG : Konfigurasi IP (Internet Protocol)

KILL : Mematikan/menghapus program yang sedang berjalan di memory

LABEL : Mengganti label disk
LOCAL : Menampilkan anggota sebuah grup
LOGEVENT : Menulis file di NT event viewer.
LOGOFF : Logoff
LOGTIME : Menampilkan Log tanggal dan waktu pada sebuah file

MAPISEND : Mengirim e-mail dengan baris perintah
MEM : Menampilkan memori yang terpakai
MD : Membuat sebuah folder
MODE : Mengkonfigurasi system device
MORE : Menampilakn output/hasil berikutnya dilayar
MOUNTVOL : Manajemen volume mount point
MOVE : Memindahkan file
MOVEUSER : Memindahkan user
MSG : Mengirim pesan
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnosik
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Mencari dan mereplika teks dalam sebuah file
MV : Mencopy file yang sedang aktif

NET : Manajemen jaringan yang digunakan
NETDOM : Domain Manager
NETSH : Mengkonfigurasi network protocols
NETSVC : Daftar perintah Service Controller
NBTSTAT : Menampilkan statistik jaringan (NetBIOS TCP/IP)
NETSTAT : Menampilkan statistik jaringan (TCP/IP)
NOW : Menampilkan tanggal dan waktu sekarang
NSLOOKUP : Name server lookup
NTBACKUP : Membackup file
NTRIGHTS : Mengedit user
PATH : Menampilkan alamat (path) sebuah program
PATHPING : Menelusuri jejak koneksi yang terganggu dan kehilangan paket
PAUSE : Mengentikan proses sejenak pada program atau perintah yang sedang berjalan
PERMS : Menampilkan user permition
PERFMON : Memonitor permorma
PING : Mengetes koneksi jaringan
POPD : Restore ke harga awal pada direktori asli berdasarkan PUSHD
PORTQRY : Menampilkan status port dan services
PRINT : Mencetak teks
PRNCNFG : Menampilkan, mengkonfigurasi atau mengganti nama printer
PRNMNGR : Menambah, menghapus atau mendefault printer
PROMPT : Mengganti perintah
PsExec : Mengeksekusi proses secara remote
PsFile : Menampilkan file yang terbuka secara remote
PsGetSid : Menampilkan SID komputer pengguna
PsInfo : Menampilkan informasi sistem komputer
PsKill : Mematikan proses berdasarkan nama atau ID proses
PsList : Menampilkan detail proses yang sedang berjalan
PsLoggedOn : Melihat siapa yang sedang Logon baik local maupun sharing
PsLogList : Menampilkan rekaman LOG
PsPasswd : Mengganti password account
PsService : Menampilkan dan mengontrol services
PsShutdown : Shutdown atau merestart komputer
PsSuspend : Suspend
PUSHD : Menyimpan kemudian mengganti pada direktori asli
QGREP : Mencari file berdasarkan pola

RASDIAL : Manajemen RAS connections
RASPHONE : Manajemen RAS connections
RECOVER : Merecover file yang rusak dari disk
REG : Membaca, mengeset atau menghapus registry key atau value
REGEDIT : Mengimpor/eksport pengaturan registry
REGSVR32 : Register atau unregister DLL file
REGINI : Mengganti Registry Permissions
REM : Merekam komentar pada kelompok file
REN : Mengganti nama file
REPLACE : Menindih (replace) atau mengupdate file dengan file lainya
RD : Menghapus folder
RDISK : Membuat Recovery Disk
RMTSHARE : Sharing folder atau printer
ROBOCOPY : Menyalin file atau folder secara keseluruhan (asli)
ROUTE : Manipulasi network routing tabel
RUNAS : Menjalankan program pada user account berbeda
RUNDLL32 : Menjalankan perintah DLL32

SC : Service Control
SCHTASKS : Membuat atau mengedit schedule task
SCLIST : Menampilkan service NT yang sedang berjalan
ScriptIt : Mengontrol aplikasi GUI
SET : Menampilkan, mengeset atau menghapus variabel tertentu
SETLOCAL : Mengubah local konfigurasi sementara pada kelompok file
SETX : Mengatur konfigurasi variabel secara permanen
SHARE : Menampilkan atau mengedit data/printer sharing
SHIFT : Menyisipkan parameter pada kelompok file
SHORTCUT : Membuat shortcut file
SHOWGRPS : Menampilkan NT Workgroups user yang tergabung
SHOWMBRS : Menampilkan keanggotaan user pada sebuah workgroup
SHUTDOWN : Mematikan komputer
SLEEP : Mematikan sementara (x second)
SOON : Menjadwalkan perintah agar berjalan pada waktu yang akan datang
SORT : Sort input
START : Menjalankan program tertentu pada jendela terpisah
SU : Switch User
SUBINACL : Edit file, folder Permissions, Ownership dan Domain
SUBST : Mengurutkan lokasi berdasarkan drive letter
SYSTEMINFO : Menampilkan daftar konfigurasi sistem

TASKLIST : Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
TIME : Menampilkan atau mengkonfigurasi tanggal/waktu
TIMEOUT : Penundaan proses
TITLE : Mengatur judul jendela CMD.EXE pada waktu berjalan
TOUCH : Mengganti stempel waktu (timestamps) file
TRACERT : Menelusuri route jaringan pada remote host
TREE : Menampilkan folder terstruktur pada mode grafis
TYPE : Menampilkan isi sebuah file

USRSTAT : Menampilkan daftar nama domain dan sesi login terakhir

VER : Menampilkan informasi versi
VERIFY : Memverifikasi file yang telah disimpan
VOL : Menampilkan label disk

WHERE : Menentukan dan menampilkan lokasi file pada stuktur direktori
WHOAMI : Menampilkan UserName dan domain sebenarnya
WINDIFF : Membandingkan isi dua buah file dan konfigurasinya
WINMSD : Diagnosa sistem windows
WINMSDP : Diagnosa sistem windows lainya
WMIC : Perintah WMI

XCACLS : Mengganti file permission
XCOPY : mengcopy files dan folder

3.2. Menerapkan Metode Peta Minda

Pengertian Peta Minda

Peta minda adalah suatu ilustrasi grafis yang konkrit yang dapat menunjukan bagaimana suatu konsep berhubungan atau terkait dengan konsep-konsep lain yang termasuk kategori yang sama. Peta minda ialah suatu skema atau ringkasan dari hasil belajar. Peta minda juga dikenal dengan peta konsep (min mapping).
Peta minda merupakan salah satu cara visual-spatial dalam bentuk kecerdasan beragam atau Multiple Intellenges yang sekarang ini sudah diterapkan dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah. Seluruh siswa dianjurkan untuk menguasai teknik ini setelah mempelajari sesuatu bab guna mengingat dan mengupas kembali pemahaman siswa dalam bab tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa teknik ini sulit untuk diaplikasikan. Sebenarnya, teknik ini akan lebih memudahkan siswa guna mengingat kembali fakta-fakta penting yang telah di pelajarinya.
Waktu yang tepat untuk menggunakan peta minda ini adlaah digunakan pada setiap baik diawal persekolahan maupun saat akhir menhadapi ujian. Siswa sangat dianjurkan untuk berlatih peta minda dari awal pembelajaran guna memudahkan siswa menguasai semua subjek dengan baik dan cemerlang.
Peta pikiran penting bagi siswa untuk memudahkan belajar. Selain itu, peta minda juga penting karena :
  • Menghemat waktu belajar dan mengulang.
  • Memfasilitasi pembelajaran.
  • Memperkuat ingatan.
  • Memungkinkan siswa menginterpretasikan semua pelajaran yang telah dipelajari.


B. Keunggulan Peta Minda :
  • Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas.
  • Memudahkan kita dalam merencanakan atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada.
  • Mengumpulkan sejumlah besar data di satu tempat.
  • Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan ktia melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru.
  • Menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat.

C. Kegunaan Peta Minda
  • PROBLEM SOLVING : Ketika ANDA ingin menemukan ide yang inovatif dan jalan keluar yang kreatif.
  • MEMORIZING : Ketika ANDA ingin mengingat informasi secara efektif dan efisien. Artinya, sekalipun ANDA ada dalam tekanan, tetap saja ANDA dapat mengingat informasi itu dengan baik.
  • GOAL SETTING: Ketika ANDA ingin menetapkan sebuah tujuan, dan langkah-langkah untuk mencapainya.
  • PLANNING : Ketika ANDA sedang berpikir untuk mengubah karier ANDA atau memulai usaha baru.
  • MEETING : Ketika ANDA ingin mengadakan rapat yang efisien dan lancar.



Ada 8 jenis peta pikiran atau peta minda yang dapat digunakan sebagai berikut :
  1. Circle Map (Peta Lingkaran)  untuk sumbangsaran ide dan memamerkan pengetahuan yang terkait sesuatu dengan memberikan infornasi sesuai konteks.
  2. Bubble Map untuk memperkaya kemampuan murid mengidentifikasi atau menunjukan kualitas. Biasanya menggunakan kata deskriptif atau uraian.
  3. Double Bubble Map untuk membanding beda sesuatu.
  4. Tree Map untuk mengklarifikasikan bahan atau ide.
  5. Brace Map untuk menganalisis objek fisik.
  6. Flow Map  untuk membuat ururan sesuatu proses.
  7. Multi-fliw Map  untuk menunjukkan dan menganalisis hubungan sebab dan akibat.
  8. Bridge Map untuk memberikan kesempatan kepada siswa mempublikasikan proses analogi dengan menggunakan faktor penghubung.
Contoh :

Manfaat Peta Minda

1. Bagi Guru

Dibawah ini merupakan manfaat peta minda bagi guru adalah :
  • Membantu guru memahami macam-macam konsep yang terdapat dalam topik yang akan diajarkan dan memperoleh wawasan baru.
  • Membantu untuk melihat keterkaitan logis antar konsep-konsep khusus.
  • Membantu dalam menghindari miskonsepsi oleh siswa.
  • Membantu untuk mengorganisasi urutan kegiatan belajar mengajar di kelas.
  • Dengan mengidentifikasi konsep-konsep sebelum membuat peta konsep, guru dapat menemukan topik-topik sains secara jelas, sehingga dapat membantu untuk menentukan topik-topik yang perlu dipelajari.
  • Membantu untuk penilaian siswa.
  • Sebagai alat untuk menggalakkan pembelajaran kooperatif.
  • Membantu untuk menggali pemahaman siswa sebelum dilakukan pembelajaran.

2. Bagi Siswa

Dibawah ini merupakan manfaat peta minda bagi siswa.
  • Secara tidak langsung mengajak siswa belajar kooperatif.
  • Membantu siswa menghindari miskonsepsi.
  • Membantu mempelajari cara belajar menyusun peta konsep.
  • Membantu untuk mempelajari sains secara bermakna.
  • Membantu untuk memperoleh wawasan baru.
  • Membantu dalam mempelajari konsep-konsep pokok dan proposisi, serta membantu dalam menghubungkan atau mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan yang sedang dipelajarinya.
Gambar terkait

Pengertian dan Jenis-Jenis Satwa Harapan

A. Pengertian Satwa Harapan  merupakan semua jenis hewan yang bisa menghasilkan bahan baku atau jasa, dan bermanfaat dari segi ekonomis maup...