Rabu, 14 Oktober 2020

IPA 7 Suhu dan Kalor

 

Apa Ya Bedanya Suhu dan Kalor? Yuk Pelajari Disini!

Kalo ngomongin suhu pasti kamu sering nemuin fenomena ini dari kecil mulai dari es yang dingin, terik matahari, api yang panas. Semua fenomena tersebut adalah fenomena yang berhubungan dengan suhu. Tapi gimana soal kalor? Kamu pernah denger nggak? Burhan pada pembahasan kali ini bakalan ngejelasin tentang suhu dan kalor.

 

Pengertian Suhu dan Kalor

Pembahasan yang bakalan Burhan jelasin adalah suhu. Kalo kamu megang es pasti bakalan merasakan dingin atau ketika berada di deket sumber api, kamu bakalan ngerasa lebih panas kalo dibandingkan dengan jarak yang lebih jauh. Fenomena yang kamu rasain barusan adalah fenomena suhu karena ada perbedaan suhu antara tangan dengan es atau antara jarak dekat dengan jauh.

Biasanya sifat termometrik atau termometric property benda yang bakalan diukur menggunakan termometer. Biasanya di dalam termometer terdapat air raksa karena air raksa punya beberapa kelebihan dibandingkan zat cair lain dalam mengukur suhu suatu benda dan ukuran satuan termometer adalah derajat.

Setelah kamu ngerti dengan suhu, Burhan bakalan jelasin tentang kalor. Kalo kamu berada di dekat suatu sumber api, kamu perlahan bakalan ngerasain panas yang dipancarkan oleh api. Nah panas yang dipancarkan oleh api ini termasuk fenomena kalor. Jadi kalor adalah energi yang dikandung oleh suatu benda dan bakalan disalurkan dari satu sistem ke sistem yang lain jika ada perbedaan suhu.

Perbedaan Suhu dan Kalor

Setelah kamu ngerti tentang pengertian dari masing-masing, Burhan bakalan jelasin perbedaan dari kedua kata ini. Seperti yang dijelasin sebelumnya kalo kalor adalah energi yang dikandung oleh benda baik energi potensial atau energi kinetik. Ketika terjadi perbedaan suhu pada suatu benda, maka kalor di dalam benda bakalan bergerak dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Kalor bakalan ngebikin molekul dalam suatu benda bakalan bergerak lebih cepat sehingga terjadi tumbukan lebih banyak pada molekul benda lain. Tumbukan yang banyak ini dijadiin acuan pengukuran untuk suhu. Jadi suhu ngukur berapa banyak tumbukan molekul akibat penambahan kalor baru dari benda lain.

Itulah perbedaan antara kalor dan suhu dari segi pergerakan molekul. Kamu juga bisa ngeliat perbedaan kalor dan suhu pada fenomena kembang api.  Kalo kamu ngidupin kembang api, kamu bakalan ngeliat percikan api yang muncul. Percikan ini akibat suhu pada kembang api bisa mencapai 3000 oC tapi kalornya kecil jadi kalo kamu diemin sebentar kembang api langsung dingin.

Pengukuran Suhu

Setelah kamu ngerti perbedaan kalor dan suhu, Burhan bakalan jelasin tentang pengukuran suhu. Untuk mengukur suhu suatu benda, biasanya menggunakan termometer dengan memanfaatkan sifat termometrik suatu benda. Pengukuran suhu suatu benda akan menghasilkan 4 satuan suhu yaitu Celcius, Farenheit, Reamur, dan juga Kelvin.

  1. Celcius

Skala pertama hasil pengukuran suhu yang bakalan Burhan jelasin ada celcius. Celcius adalah skala pengukuran suhu yang paling banyak digunakan di seluruh dunia dan nama Celcius diambil dari nama Andreas Celcius dengan lambangnya C.

Skala Celcius ini memiliki rentang yaitu titik beku air sebagai titik paling bawah di nilai 0 oC dan titik didih air sebagai titik paling atas di 100 oC. Jadi rentang pengukuran suhu pada satuan Celcius adalah 0 – 100 oC.

  1. Farenheit

Skala kedua hasil pengukuran suhu yang Burhan jelasin adalah Farenheit. Skala ini digunain di beberapa negara seperti Inggris, Kanada, Amerika, dan beberapa negara Eropa. Berbeda dengan Celcius yang memiliki titik terendah yaitu 0, kalo Fareinhet menentukan titik beku air pada 32 oF.

Titik didik air kalo di Celcius berada pada nilai 100, kalo Farenheit berbeda karena nilai titik didih air berada pada 212 oF. Jadi rentang pengukuran suhu pada Farenheit antara 32 – 212 oF dengan skalanya sebesar 180.

  1. Reamur

Skala ketiga yang bakalan Burhan bahas adalah Reamur. Reamur berbeda dengan dua satuan sebelumnya karena pengukuran suhu pada Reamur memiliki rentang yang lebih pendek. Titik beku air pada pengukuran suhu Reamur adalah 0 oR dan titik didih air pada suhu 80 oR. Jadi rentang pengukuran suhu Reamur adalah 0 – 80 oR dengan skala sebesar 80.

  1. Kelvin

Skala keempat yang bakalan Burhan bahas adalah Kelvin. Kelvin menjadi satuan resmi dari hasil pengukuran suhu pada satuan internasional. Kelvin menjadi standar acuan dari pengukuran suhu yang lainnya dikarenakan ketiga hasil pengukuran suhu lainnya memiliki nilai negatif sedangkan kelvin tidak memiliki nilai negatif.

Untuk titik beku air pada pengukuran kelvin sebesar 0 K atau dikenal sebagai suhu nol mutlak karena nggak ada pergerakan molekul sama sekali. Titik didih air pada pengukuran kelvin adalah 273 K. Jadi rentang pengukuran suhu pada Kelvin adalah 0 – 273 K.

Perpindahan Kalor

Setelah mengerti tentang pengukuran suhu, Burhan bakalan jelasin tentang perpindahan kalor. Perpindahan kalor ini pasti udah pernah kamu alami setiap harinya seperti ketika memegang sendok besi dan didekatkan ke sumber panas, sendok yang semula dingin tiba-tiba menjadi panas atau kamu berjemur di pagi hari terkena sinar matahari.

Fenomena perpindahan kalor ini dalam fisika dijelasin menjadi 3 jenis yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Burhan bakalan jelasin ketiga jenis perpindahan kalor di bawah ini.

  1. Konduksi

Pembahasan pertama yang bakalan Burhan bahas adalah konduksi. Salah satu fenomena konduksi adalah ketika kamu lagi megang sendok di dekat sumber panas, kamu bakalan ngerasain panas pada sendok kamu. Proses perpindahan panas dari sumber panas ke sendok ini disebut konduksi karena zat pada sumber panas nggak ngikut.

Dalam konduksi terdapat 2 kata kunci yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang gampang banget untuk mengalirkan panas dari sumber panas seperti besi, alumunium, dan baja. Kalo isolator keterbalikan dari konduktor karena isolator nggak bisa ngalirin panas dari sumber panas ke benda seperti kartas, kaca, air, kayu, dan plastik.

  1. Konveksi

Pembahasan perpindahan kalor kedua adalah konveksi. Fenomena konveksi yang bakalan kamu temuin adalah ketika kamu lagi manasin air. Kalo tanganmu berada di atas air yang kamu sedang panasin, kamu bakalan ngerasain panas dan basah. Fenomena perpindahan kalor beserta dengan zatnya (air) disebut konveksi.

  1. Radiasi

Pembahasan perpindahan kalor ketiga adalah radiasi. Setiap hari pasti kamu disinari oleh matahari dan fenomena tersebut adalah radiasi. Jadi radiasi ngejelasin tentang perpindahan kalor tanpa ada zat perantara, jadi mau di ruang angkasa, di ruang vakum, di dalam air, kalor tetap terpindahkan.

Rumus Suhu dan Kalor

  • Rumus Pengukuran Suhu

Untuk menentukan pengukuran suhu, kamu bisa gunakan karakteristik dari masing masing alat ukur yang kamu punya untuk mengukur suhu, misal jika suhu awalnya diukur dengan termometer Reamur, dan kamu ingin tau besar suhu jika diukur dengan termometer celcius, kamu tinggal masukin aja nilai suhu yang diketahui dengan titik atas dan titik bawah dari termometer yang ditanyakan dengan rumus :

Rumus Pengukuran Suhu

Keterangan :

Xa = titik tetap atas termometer X

Xb = titik tetap bawah termometer X

Tx = Suhu pada termometer X

Ya = titik tetap atas termometer Y

Yb = titik tetap bawah termometer Y

Ty = Suhu pada termometer Y

Kalo kamu make termometer yang gunain satuan Celcius, kamu bisa ngubah nilai tersebut menjadi Reamur, Farenheit, dan Kelvin menggunakan rumus di bawah ini. Kamu tinggal masukin nilai derajat celcius ke dalam rumus.

Rumus Pengukuran Suhu 2

  • Kalor

Kamu bisa gunain rumus di bawah ini untuk nyari nilai kalor yang ada pada suatu zat.

Q = mcΔT

Keterangan:

Q adalah kalor suatu zat (Joule)

m adalah massa suatu zat (Kg)

c adalah kalor jenis suatu zat (J/kgK)

ΔT adalah perpindahan suhu atau perubahan suhu (K)

  • Konduksi

Konduksi

Keterangan:

Q adalah kalor suatu zat (Joule)

t adalah waktu perpindahan kalor

k adalah konduktivitas termal suatu zat (W/mK)

A adalah luas penampang suatu konduktor (m2)

ΔT adalah perpindahan suhu atau perubahan suhu (K)

L adalah panjang suatu konduktor

  • Konveksi

Konveksi

Keterangan:

Q adalah kalor suatu zat (Joule)

t adalah waktu perpindahan kalor

h adalah koefisien konveksi zat (W/m2K)

A adalah luas penampang suatu konduktor (m2)

ΔT adalah perpindahan suhu atau perubahan suhu (K)

  • Radiasi

Radiasi

Keterangan:

Q adalah kalor suatu zat (Joule)

t adalah waktu perpindahan kalor

adalah konstanta Stefan-Boltzmann = 5,67 x 10-8 (W/m2K4)

e adalah emisivitas suatu benda (benda hitam e = 1)

T adalah perpindahan suhu atau perubahan suhu (K)

Kamu bisa memperdalam pengetahuan tentang materi ini dengan berlatih soal-soal karena materi ini banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Soal Suhu dan Kalor

Leonardo d’caprio sedang melakukan tour ke beberapa negara dengan menggunakan perjalanan kapal laut yang berkapasitas 1000 ton. Pada saat kapal bermuara di pesisir laut Cannes, Prancis.

Cuaca sangat terik dan menunjukan bahwa suhu disekitar adalah  jika Leonardo memiliki termometer dengan titik bawah  , dan titik atas sebesar , berapakah suhu disekitar jika diukur dengan termometer yang dimiliki oleh Leonardo?

Jawaban Suhu dan Kalor

PEMBAHASAN

Pada kasus ini, kita dapat mengkonversikan suhu dengan menggunakan persamaan :

Pembahasan Suhu dan Kalor

Nah, kita ingin mengetahui suhu yang terukur oleh termometer yang dimiliki Leonardo yakni termometer X dengan titik atas (Ya)  dan titik bawah (Yb)

Pada termometer celcius, kita tahu bahwa titik atas adalah  dan titik bawahnya adalah , jika suhu disekitar pesisir Cannes adalah  maka kita dapat memasukan ke persamaan :

Pembahasan Suhu dan Kalor

Maka suhu yang terukur pada termometer yang dimiliki oleh Leonardo (Ty) adalah :

Pembahasan Suhu dan Kalor

Jawaban : C

Jawaban A salah karena perbandingan antara selisih titik atas dan titik bawah termometer terbalik

Jawaban B salah karena kesalahan perhitungan pembagian antara suhu pada termometer dengan selisih titik atas dan titik bawah termometer

Jawaban D salah karena terdapat kesalahan perhitungan

Jawaban E salah karena kesalahan titik bawah pada termometer X

 

Sabtu, 05 September 2020

PKWU 7 TEKNOLOGI KONSTRUKSI MINIATUR RUMAH (Teknologi Konstruksi)

B. Teknologi Konstruksi

  Pada pembelajaran kali ini kamu akan belajar lebih fokus tentang teknologi konstruksi mulai dari perkembangan teknologi konstruksi, jenis-jenis proyek konstruksi, dan fungsi teknologi konstruksi.

  1. Perkembangan Teknologi Konstruksi

  Pada awalnya, manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai tempat tinggal, jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Misalnya, pada zaman dahulu manusia menggunakan gua sebagai tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, manusia mulai memanfaatkan apa yang ada di alam seperti batu, tanah, dan kayu seperti batu, tanah, dan kayu sebagai bahan untuk membuat infrastruktur dan bangunan.

  Ilmu pengetahuan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada akhirnya manusia mulai menggunakan bahan- bahan olahan hasil rekayasa dari bahan alam maupun industri yang dinilai memiliki kekuatan, keindahan, dan kepraktisan lebih tinggi

  Misalnya, dahulu sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan bilik kayu/bambu sebagai dinding rumahnya. Akan tetapi, saat ini hampir sebagian besar masyarakat Indonesia telah banyak memilih tembok yang terbuat dari semen dan bata sebagai dinding rumahnya. Tembok dianggap lebih kukuh dan lebih kuat. Saat ini telah banyak bahan bangunan lain hasil rekayasa manusia yang memberikan pengaruh positif dalam kehidupan manusia.

  Rumah bilik Prakarya Kemajuan teknologi konstruksi tidak hanya terlihat dari bahan- bahan yang digunakan. Alat-alat yang digunakan untuk membuat produk konstruksi pun semakin berkembang pesat. Dulu alat-alat yang digunakan untuk membuat bangunan konstruksi masih bersifat sederhana sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Namun kini, telah banyak alat-alat pertukangan berteknologi canggih sehingga dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan konstruksi. Misalnya dahulu kegiatan pencampuran semen dengan bahan lainnya hanya dapat mengandalkan usaha manusia, tetapi kini kegiatan tersebut dapat dibantu dengan sebuah alat yang dinamakan molen. Alat ini menggunakan teknologi mesin sehingga dapat mencampur adonan semen sampai 50 Kg. Hal itu tentunya dapat membantu manusia untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaannya.

  Dengan adanya kemajuan alat dan bahan konstruksi yang semakin baik, maka bentuk konstruksi yang ada saat ini pun menjadi semakin beragam terutama di kota-kota besar. Tempat tinggal biasanya hanya memiliki satu atau dua lantai, akan tetapi berkat kemajuan teknologi konstruksi yang ada saat ini, tempat tinggal manusia dapat mencapai beberapa puluh lantai dengan bentuk yang beragam.

  Infrastruktur pun semakin berkembang pesat. Mungkin dulu kita belum dapat membayangkan adanya jalan layang, bandar udara, gedung apartemen berpuluh-puluh tingkat, menara yang menjulang tinggi dan bentuk-bentuk konstruksi modern lainnya yang membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas akal dan pikiran yang diberikan oleh-Nya, sehingga manusia mampu berfikir dan menciptakan teknologi-teknologi yang luar biasa.

2. Jenis-jenis Proyek Konstruksi

  Bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi. Banyak masyarakat mengartikan bangunan adalah rumah, gedung, jembatan atau sarana prasarana lainnya. Pekerjaan proyek bangunan atau konstruksi memiliki ruang lingkup yaitu wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah atau di air. Pekerjaan proyek konstruksi terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  

a. Proyek Konstruksi Bangunan Perumahan atau Permukiman

(Residential Construction)



  Proyek jenis ini mencakup proyek pembangunan tempat tinggal seperti rumah, perumahan, villa, ataupun apartemen. Kegiatan pembangunan jenis ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara pribadi maupun masal. Namun, biasanya khusus untuk proyek perumahan dilakukan secara masal atau serempak dengan penyediaan sarana penunjang. Dalam pengerjaan proyek bangunan perumahan diperlukan perencanaan yang matang karena menyangkut fasilitas dan jaringan infrastruktur, seperti jalan, air bersih, listrik, dan sarana-sarana lainnya.

 b. Proyek Konstruksi Bangunan Gedung (Building Construction)



  Konstruksi bangunan gedung ini merupakan tipe pekerjaan atau proyek yang banyak dilakukan, karena tipe proyek seperti ini menekankan pada pertimbangan konstruksi, pertimbangan pada teknologi yang praktis, dan pertimbangan pada peraturan bangunan setempat.

c. Proyek Konstruksi Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)



  Pada proyek konstruksi teknik sipil, pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah, baik pemerintah pusat (tingkat nasional) atau pemerintah daerah (kabupaten/kota). Pada pengerjaan proyek ini elemen desain, keuangan, dan pertimbangan hukum tetap menjadi pertimbangan penting walaupun proyek ini lebih bersifat tidak mengambil keuntungan yang banyak (nonprofit) dan mengutamakan pelayanan masyarakat (public services).

  Proyek ini merupakan proses penambahan infrastruktur pada lingkungan terbangun (built environment). Beberapa jenis pekerjaan proyek konstruksi teknik sipil antara lain yaitu proyek pembangkit listrik, proyek jalan raya, proyek jalan kereta api, proyek bendungan, dan proyek pertambangan.

d. Proyek Konstruksi Bangunan Industri (Industrial Construction)



  Proyek konstruksi bangunan industri membutuhkan keahlian khusus di bidang perencanaanya, terutama menyangkut desain dan konstruksinya. Proyek ini merupakan bagian yang relatif kecil dari industri konstruksi, tetapi merupakan komponen yang penting dalam pengembangan bangunan industri. Pemilik proyek (owner) ini biasanya suatu perusahaan atau industri yang besar, seperti perusahaan minyak, perusahaan farmasi, dan perusahaan kimia.

 

3. Fungsi Teknologi Konstruksi

  Teknologi konstruksi memiliki fungsi yang sesuai dengan peruntukannya. Salah satu bentuk hasil akhir konstruksi yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal berfungsi sebagai tempat berlindung manusia dari segala cuaca. Pada saat ini tempat tinggal dapat berupa rumah tinggal, apartemen, villa, maupun kondotel.

  Sementara teknologi konstruksi berfungsi untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas manusia, seperti kantor, gedung, toko, dan lapangan. Selain itu, teknologi konstruksi memiliki fungsi untuk mempermudah transportasi dan komunikasi, dalam bentuk konstruksi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta.


Lembar Kegiatan Peserta Didik 2


Selasa, 01 September 2020

IPA 7 MENGENAL CARA PENGELOMPOKAN TUMBUHAN DAN HEWAN

            Sebelum kita belajar tentang cara mengelompokkan tumbuhan dan hewan, mari kita pelajari materi tentang struktur, bentuk daun dan jenis-jenis batang pada tumbuhan berikut ini;

A.    STRUKTUR DAN MACAM-MACAM BENTUK DAUN

Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting. Fungsi utama daun adalah sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk keberlangsungan proses fotosintesis.

Daun pada umumnya berwarna hijau karena mengandung klorofil, yang digunakan untuk menangkap energi cahaya matahari tersebut.

Klorofil merupakan suatu molekul dalam daun yang memanfaatkan energi dari sinar matahari untuk mengubah air (H2O) dan karbondioksida (CO2) menjadi gula (C2H12O6) dan oksigen (O2).

Proses pengubahan energi kimia dari cahaya matahari menjadi bahan makananan tumbuhan yang terjadi ndi dalam daun inilah yang disebut dengan fotosintesis.

Struktur Daun

Struktur daun dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu strukturt bagian luar daun dan struktur bagian dalam daun.

1.  Struktur Bagian Luar Daun

Daun yang sempurna, terdiri atas tiga bagian luar, yaitu pelepah daun, tangkai daun, dan helai daun.


a. Pelepah daun

Pelapah daun berfungsi untuk mendudukkan daun pada batang.

b. Tangkai daun

Tangkai daun berfungsi untuk menghubungkan pelepah atau batang dengan helai daun.

c. Helai daun (lamina)

Helai daun merupakan tempat berlangsungnya fotosintetis yang paling dominan.

2.  Struktur Bagian Dalam Daun

a. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan sel hidup terluar dari bagian dalam daun. Jaringan epidermis terbagi menjadi dua bagian, yaitu epidermis bawah dan epidermis atas. Epidermis memiliki fungsi untuk melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

b. Jaringan Mesofil

Jaringan mesofil terbagi menjadi dua jenis, yaitu jaringan palisade dan jaringan spons. Jaringan Palisade atau jaringan tiang adalah jaringan pada bagian dalam daun yang banyak mengandung kloroplas. Ciri utama jaringan palisade, yaitu sel-selnya tersusun rapat dan berbentuk silinder.

Jaringan spons atau jaringan bunga karang adalah jaringan pada bagian dalam daun yang memilki rongga lebih apabila dibandingkan dengan jaringan palisade. Jaringan spons memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan pada tumbuhan.

c. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut dibedakan menjadi dua, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis).

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari dalam tanah menuju ke daun, sebagai bahan untuk proses pembuatan makanan (fotosintesis).

Sedangkan floem berfungsi untuk mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

d. Stomata

Stomata berfungsi sebagai organ pernapasan atau respirasi. Stomata akan mengambil gas karbondioksida dari udara sebagai bahan fotosintesis dan mengeluarkan gas oksigen sebagai hasil dari fotosintesis. Stomata terletak pada epidermis bagian bawah.


Macam-macam Bentuk Daun

Apabila diperhatikan dengan teliti, daun memiliki berbagai macam bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan bentuk tulangnya, maka daun dapat dibedakan menjadi empat macam. yaitu daun menjari, daun menyirip, daun sejajar, dan daun melengkung.


1. Daun Menjari (Palminervis)

Tumbuhan yang memiliki tulang daun menjari mempunyai bentuk daun dengan satu tulang daun yang cukup besar dan berbentuk seperti jari-jari tangan manusia.

Daun dengan tulang daun menjari ini dapat dilihat, antara lain pada daun singkong, daun pepaya, daun kapas, dan daun jarak.


2.  Daun Menyirip (Penninervis)

Sesuai dengan namanya, maka daun menyirip memiliki tulang daun yang menyirip menyerupai sirip ikan.

Daun menyirip memiliki susunan tulang daun yang  tersusun rapi mulai dari tangkai hingga ujung dari helai daun.

Contoh tumbuhan dengan jenis daun menyirip adalah daun mangga, daun rambutan, daun jambu, dan daun beringin.


3. Daun Sejajar (rectinervis)

Daun sejajar adalan daun dengan tulang daun berbentuk seperti garis-garis yang sejajar. Pada tiap-tiap ujung tulang pada daun sejajar akan menyatu.

Pada umumnya, terdapat satu tulang daun besar membujur ditengah, sedangkan tulang-tulang lainnya lebih kecil dan semuanya mempunyai arah sejajar dengan tulang utama.

Daun dengan tulang daun sejajar dapat dijumpai pada daun jagung, rumput, daun tebu, daun padi, dan daun kelapa.


4.  Daun Melengkung (Cervinervis)

Daun melengkung adalah daun yang memilki tulang daun berbentuk seperti garis-garis melengkung dengan ujung-ujung tulang daun yang terlihat menyatu.

Daun dengan jenis tulang daun melengkung contohnya antara lain daun waru, daun gadung, daun genjer, dan daun sirih.


 

B. Mengenal Jenis-Jenis Batang

Secara umum, batang tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat jenis. Perbedaan ini di dasarkan atas sel-sel penyusunnya dan keadaan ruas-ruasnya. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang morfologi dan struktur batang, nahhh artikel selanjutnya ini akan menjelaskan jenis-jenis batang secara lengkap. Jenis batang yang akan kita bahas adalah batang basah, batang rumput, batang mending dan batang berkayu.

      Ini Dia Jenis-jenis Batang Tumbuhan, Contoh, dan Gambarnya

Jenis-Jenis-Batang

  1. Batang Basah (herbaceous)

Biasanya mempunyai struktur yang lunak dan banyak mengandung air. Pada beberapa jenis tumbuhan, kadang-kadang struktur batangterdiri dari rongga-rongga. Dengan struktur seperti ini, batang basah dapat dipatahkan dengan mudah. Selain itu batang basah tidak dapat tumbuh tinggi .

Batang basah dapat di temukan pada tumbuhan contohnya eceng gondok (Eichornia crassipe), bayam (Amaranthus spinosu), genjer (Limnocharis flava), krokot (Portulaca oleracea), keladi (Caladium sp) dan sebagainya.

  1. Batang Rumput (calmus)

Merupakan batang yang tidak keras. Batang rumput memiliki ruas-ruas yang jelas dan berukuran pendek. Kebanyakan batang rumput seringkali berongga. Batang rumput dapat ditemukan pada tumbuhan yang tergolong familia (Gramineae), contohnya rumput-rumputan, padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan sebagainya.

  1. Batang Mendong (calamus)

Memiliki struktur yang sama dengan batang rumput. Tidak keras, kebanyakan berongga. Yang membedakan dengan batang rumput terletak pada ruasnya. Jika ruas pada batang rumput berukuran pendek, ruas pada batang mendong berukuran panjang, dan biasanya hanya terdiri dari satu ruas saja. Batang mendong dapat ditemukan pada jenis-jenis teki (Cyperus sp), mendong (Fibristylis globulosa), wlingi (Scirpus grossus), dan sebagainya.

  1. Batang Berkayu (lignosus)

Adalah batang yang di susun oleh jaringan lignin. Oleh karena itulah batang bersifat keras dan kuat. Batang berkayu di miliki oleh tumbuh-tumbuhan yang termasuk kelas dikotil. Batang berkayu dapat ditemukan pada tumbuhan semak (frutices) dan pohon-pohon (arbores).

Perbedaan semak dan pohon dapat di lihat dari tinggi, percabangan dan perkembangan kambiumnya. Semak adalah tumbuhan yang tidak begitu tinggi, dengan pertumbuhan cabang yang dekat dengan permukaan tanah. Diameter batang tidak dapat membesar.

Tingkat pertumbuhan tumbuhan semak di sebut tingkat tiang. Kadang-kadang semak dianggap sebagai perawakan (habitus) tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan yang tergolong semak antara lain kaca piring (Gardenia augusta), alamanda (Allamanda cathartica), sidaguri (Sida rhombifolia), beluntas (Pluchea indica), putri malu (Mimosa pudica ) dan sebagainya.

Sedangkan pohon adalah tumbuhan yang tingginya bisa mencapai puluhan meter, diameter batang bisa membesar oleh perkembangan cambium, dan cabang-cabang yang tumbuh mempunyai jarak yang jauh dari permukaan tanah. Pohon tidak hanya tumbuh di darat, tetapi juga dapat tumbuh di daerah rawa atau pasang surut. Pohon-pohon semacam ini memiliki perkembangan akar khusus sebagai adaptasi di daerah yang berair.

 

Setelah kalian mempelajari materi diatas, kini saatnya melakukan pengamatan:

Aktivitas ke-1. lakukan pengamatan tentang bentuk pertulangan daun dan jenis-jenis batang tumbuhan yang ada pada tabel berikut ini. salin tabel berikut di buku tulis kalian masing-masing.

NO

NAMA TUMBUHAN

BENTUK TULANG

JENIS-JENIS BATANG

BATANG BASAH

BATANG RUMPUT

BATANG MENDONG

BATANG BERKAYU

1.

Mangga

Menyirip

-

-

-

2.

Kelengkeng

 

 

 

 

 

3.

Pepaya

 

 

 

 

 

4.

Kelapa

 

 

 

 

 

5.

Bayam

 

 

 

 

 

6.

Rumput teki

 

 

 

 

 

7.

Sawo

 

 

 

 

 

8.

Ketela pohon

 

 

 

 

 

 Aktivitas ke-2. setelah kalian dapat mengelompokkan tumbuhan kini coba perhatikan dan amati hewan-hewan yang ada disekit kalian. misalnya ayam, kucing, bebek, sapi, ikan, kadal dan katak. selanjutnya, identifikasilah penutup tubuh dan alat gerak pada hewan-hewan tersebut. tuliskan hasil identifikasimu dalam tabel berikut. salin tabel berikut di buku tulis kalian masing-masing.

No

Nama Hewan

Penutup tubuh

Alat gerak

Kulit yang lembab

Rambut

Bulu

Sisik

Kulit kering bersisik

1

Ayam

-

-

-

-

Sayap dan sepasang kaki

2

Kucing

 

 

 

 

 

 

3

Burung

 

 

 

 

 

 

4

Bebek

 

 

 

 

 

 

5

Sapi

 

 

 

 

 

 

6

Ikan

 

 

 

 

 

 

7

Kadal

 

 

 

 

 

 

8

Katak

 

 

 

 

 

 

 -000 GOOD LUCK 000-

 

Reference:

1. https://www.amongguru.com/struktur-dan-macam-macam-bentuk-daun-beserta-gambarnya/

2. https://sel.co.id/jenis-batang/

 

Pengertian dan Jenis-Jenis Satwa Harapan

A. Pengertian Satwa Harapan  merupakan semua jenis hewan yang bisa menghasilkan bahan baku atau jasa, dan bermanfaat dari segi ekonomis maup...