Senin, 17 Agustus 2020

PKWU VII BAB 2 TEKNOLOGI KONSTRUKSI MINIATUR RUMAH


Teknologi Konstruksi Miniatur Rumah / Pengertian / Jenis / Fungsi Lengkap

Teknologi Konstruksi Miniatur Rumah - Apakah yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata teknologi? Tentu  kamu  akan  membayangkan  bahwa  teknologi  adalah  suatu  hal  yang membantu mempermudah kehidupanmu seperti telepon, handphone, internet, dan laptop. Tentunya  berbagai  teknologi  itu  tidak  hanya  mempermudah kehidupan  manusia,  tetapi  juga  memberikan  banyak  sekali  manfaat  bagi manusia  dalam  memenuhi kebutuhan hidupnya.


A. Mengenal Istilah Teknologi

1. Pengertian dan Perkembangan Teknologi

Menurut kamus Bahasa Indonesia kata teknologi mengandung arti (1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu terapan; (2) keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Jadi teknologi merukapan ilmu pengetahuan terapan untuk mewujudkan kenyamanan dan kemudahan hidup manusia. Di zaman modern ini, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal tersebut membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Dari orang tua hingga anak muda, para ahli hingga orang awam menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya.

2. Jenis-jenis Teknologi

a. Teknologi Peralatan Rumah Tangga

Merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan rumah tangga. Contohnya lampu, jam dinding, mesin cuci, mesin penghisap debu, kompor, kipas angin, dan pemotong rumput.

b. Teknologi Produksi

Teknologi produksi merupakan teknologi yang digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan suatu barang. Beberapa contoh teknologi produksi yaitu mesin traktor, mesin pemintal benang, mesin penggiling padi, dan mesin pemotong kayu.

c. Teknologi Transportasi

Teknologi transportasi merupakan teknologi yang digunakan untuk berpindah tempat. Contoh teknologi transportasi adalah sepeda motor, kereta api, mobil, kapal laut, dan pesawat terbang.

d. Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi merupakan teknologi yang digunakan untuk saling bertukar informasi atau pesan. Contoh teknologi komunikasi adalah radio, televisi, telepon, dan internet.

e.  Teknologi  Konstruksi

Teknologi konstruksi merupakan teknologi yang digunakan untuk membangun sarana maupun prasarana. Berbeda dengan beberapa jenis teknologi lainnya yang sebagian besar berbentuk peralatan, sebagian besar teknologi konstruksi berbentuk ilmu terapan atau ilmu yang digabungkan dengan ilmu-ilmu lain untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Hasil akhir teknologi konstruksi ini biasanya berbentuk rumah, jembatan, jalan, dan rel kereta api.


B. Teknologi Konstruksi

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang teknologi konstruksi mulai dari jenis  - jenis proyek konstruksi, fungsi teknologi konstruksi hingga perkembangan teknologi konstruksi.

1. Perkembangan Teknologi Konstruksi

Pada awalnya, manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai tempat tinggal, jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Misalnya, pada zaman dahulu manusia menggunakan gua sebagai tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, manusia mulai memanfaatkan apa yang ada di alam seperti batu, tanah, dan kayu seperti batu, tanah, dan kayu sebagai bahan untuk membuat infrastruktur dan bangunan. Ilmu pengetahuan teknologi mengalami perkembangan yang sangat  pesat. Pada akhirnya manusia mulai menggunakan bahan bahan olahan hasil rekayasa dari bahan alam maupun industri yang dinilai memiliki kekuatan, keindahan, dan kepraktisan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan-bahan dari alam.

2.  Jenis-jenis Proyek Konstruksi

Bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi. Banyak masyarakat mengartikan bangunan adalah rumah, gedung, jembatan atau sarana prasarana lainnya. Pekerjaan proyek bangunan atau konstruksi memiliki ruang lingkup yaitu wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah atau di air. Pekerjaan proyek konstruksi terbagi menjadi empat jenis, yaitu:   

a. Proyek Konstruksi Bangunan Perumahan atau Permukiman (Residential  Construction)


b. Proyek Konstruksi Bangunan Gedung (Building  Construction)

c. Proyek Konstruksi Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)

d. Proyek Konstruksi Bangunan Industri (Industrial Construction)

3. Fungsi Teknologi Konstruksi

Teknologi konstruksi memiliki fungsi yang sesuai dengan peruntukannya.  Salah satu bentuk hasil akhir konstruksi yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal berfungsi sebagai tempat berlindung manusia dari segala cuaca. Pada saat ini tempat tinggal dapat berupa rumah tinggal, apartemen, villa, maupun kondotel. Sementara teknologi konstruksi berfungsi untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas manusia, seperti kantor, gedung, toko, dan lapangan. Selain itu, teknologi konstruksi memiliki fungsi untuk mempermudah transportasi dan komunikasi, dalam bentuk konstruksi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta.


C. Membuat Produk Konstruksi Miniatur Rumah

Membuat Produk Konstruksi Miniatur Rumah

1. Mengenal Bagian-bagian Dasar Rumah


a. Bagian bawah/dasar
Bagian terletak di bawah atau disebut juga lantai.

b. Bagian tengah/Ruangan Rumah
Terdari dari dinding, pintu, jendela, dan ruang/ kamar.

c. Bagian Atas/Penutup Rumah
Fungsinya untuk melindungi ruang yang ada di bawahnya, menahan radiasi panas berlebih, melindungi dari hujan dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu.

2.  Membuat  Rancangan  Konstruksi  Miniatur  Rumah

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat miniatur rumah adalah membuat rancangan. Rancangan ini berfungsi sebagai gambaran umum dan pedoman seseorang dalam menghasilkan sebuah karya produk. Rancangan yang kamu buat pada tahap ini meliputi rancangan bentuk atau sketsa dan rancangan pembuatan


Itulah Postingan Tentang Teknologi Konstruksi Miniatur Rumah, semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan kalian tentang ilmu konstruksi.

3. Alat dan bahan yang dapat digunakan


a.     Alat

  • Penggaris untuk mengukur panjang suatu benda
  • Gunting untuk memotong bahan yang tipis
  • Cutter
  • Kuas


b. Bahan


  • Styrofoam
  • Korek Api
  • Stik Es Krim
  • Kardus
  • Triplek
  • Perekat/Lem

4. Belajar Teknik Pembuatan Miniatur Rumah

Teknik dasar yang biasa digunakan untuk membuat sebuah miniatur rumah adalah teknik persambungan. Teknik persambungan merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menyambungkan atau menggabungkan dua buah benda atau lebih. Ada dua jenis sambungan yang dikenal secara umum. Kedua jenis tersebut sebagai berikut.

a. Sambungan Tetap (Permanent Joint)

b. Sambungan Tidak Tetap (Semi  Permanent)

5.  Membuat  Rancangan  Konstruksi  Miniatur  Rumah

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat miniatur rumah adalah membuat rancangan. Rancangan ini berfungsi sebagai gambaran umum dan pedoman seseorang dalam menghasilkan sebuah karya produk. Rancangan yang kamu buat pada tahap ini meliputi rancangan bentuk atau sketsa dan rancangan pembuatan

Itulah Postingan Tentang Teknologi Konstruksi Miniatur Rumah, semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan kalian tentang ilmu konstruksi.

PKWU VIII BAB 1 Kerajinan Bahan Lunak

Pengertian Kerajinan Bahan Lunak.

Kerajinan Bahan Lunak adalah suatu produk kerajinan yang mengunakan bahan bersifat lunak sebagai dasar pembuatannya.

Jenis-jenis bahan lunak.
Bahan lunak terbagi ke dalam dua jenis yakni bahan lunak alami dan bahan lunak buatan.Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

Bahan lunak alami

Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. 


Bahan Lunak Alami - berbagaireviews.com


Contoh Bahan Lunak Alami : tanah liat, serat alam, dan kulit hewan

Bahan lunak buatan.

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak.


 
Bahan Lunak Buatan - berbagaireviews.com


Contoh Bahan Lunak Buatan :  Bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan lain-lain.

Fungsi Kerajinan Bahan Lunak.

Fungsi produk kerajinan bahan lunak ini dibedakan menjadi dua, yaitu berfungsi sebagai benda pakai dan sebagai benda hias:

1. Fungsi pakai

Benda atau barang dari bahan lunak yang memiliki fungsi pakai biasanya digunakan sebagai alat, wadah, ataupun pelengkap busana. Sebagai benda pakai, tentu tujuan pembuatannya lebih mengutamakan fungsinya, sementara unsur keindahan atau estetik hanya sebagai pendukung. Fungsi pakai dibedakan lagi menjadi fungsi bahan bangunan, wadah, pembersih, dan fungsi hiburan. Fungsi sebagai bahan bangunan bisa berupa gips dan batako, fungsi sebagai wadah bisa berupa kotak tisu, fungsi hiburan seperti wayang kulit, dan sebagai pembersih bisa berupa keset.

2. Fungsi hiasan

Kerajinan bahan lunak sebagai benda hias dibuat untuk dipajang sebagai hiasan atau elemen estetis yang lebih mengutamakan aspek keindahan dibandingkan kegunaan. Contoh dari kerajinan bahan lunak yang memiliki fungsi hias yaitu patung, guci, dan lain sebagainya.

Contoh Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan.

Kerajinan Tanah Liat.

 

Kerajinan Tanah Liat - berbagaireviews.com


Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. Berikut contoh kerajinan gerabah dan keramik.

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

Kerajinan Serat Alam.


Kerajinan Serat Alam - berbagaireviews.com

Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.

Kerajinan Kulit.


Kerajinan Kulit - berbagaireviews.com

 
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

Kerajinan Gips.




Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu. Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

Kerajinan Lilin.


 
Kerajinan lilin - berbagaireviews.com


Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atasapi/kompor.

Kerajinan Sabun.

 
Kerajinan sabun - berbagaireviews.com


Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

Kerajinan Bubur Kertas.


Kerajinan Bubur Kertas - berbagaireviews.com


Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu  alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. 

Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting
  • menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
  • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan
  • air hangat.
  • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
  • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 – 2 hari
  • hingga menjadi lunak.
  • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain
  • (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan
  • plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
  • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah
  • diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air
  • ketika meremasnya.
  • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air
  • secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.

PKWU VII BAB I KERAJINAN SERAT





Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam suku bangsa, sumber daya alam, dan budaya. Tingginya keanekaragaman suku, budaya dan sumber daya alam Indonesia telah memberi keuntungan kepada bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa kareta telah diberi kekayaan itu.
A.    Pengertian Serat Alam
Bahan serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil. Serat sebagai bahan baku tekstil adalah serat-serat yang digunakan untuk aplikasi tekstil. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain.
B.     Jenis dan Karakteristik Bahan Serat 
Bahan serat alam berasal dari alam. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yangitu yang berasal dari tumbuan, hewan dan mineral.
1.     Serat dari tumbuhan
 
Serat yang digunakan sebagai bahan baku tekstil memiliki persyaratan. Diantaranya adalah  kuat, tahan lama, bentuknya tetap, permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.
Serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi empat sebagai berikut:
a.     Serat dari Biji
Contohnya adalah biji dari pohon kapas dan kapuk.

b.     Serat dari batang
Contohnya adalah batang pohon anggrek, melinjo, mahkota dewa, beringin, yonkori, rosella, dan lain-lain
c.      Serat dari daun
Contohnya dalah serat daun mendong, daun nanas, daun pandan berduri, daun enceng gondok, daun abaka, dan lain-lain
 
d.     Serat dari Buah
Contohnya adalah buah kelapa yang memiliki sabut yang melapisinya. Sabut buah kelapa memiliki banyak manfaat.
 
2.     Serat dari Hewan
Serat yang berasal dari hewan memiliki tekstur yang lembut dan halus. Bagian hewan yang dimafaatkan seratnya dalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil diantaranya stapel dan filamen.
a.     Serat dari stapel
Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut wol. Contohnya dari bulu domba, alpaca, unta, mohair, kelinci, dan lain-lain. Dan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba.
 
b.     Serat dari filamen
Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong.
 
            Bahan tekstil dari kapas memiliki beberapa karakteristik seperti bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.
Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat serta mudah dihancurkan.
Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastis tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.
 
C.    Pengolahan Bahan Serat
1.     Pemintalan Benang (Spinning)
Proses dimana kapas dipintal menjadi benang.
2.     Penggulungan Benang
3.     Pencelupan warna
4.     Penenunan Benang Menjadi Kain
 
D.    Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat
Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam.
1.     Menenun
2.     Menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain menggunakan benang dan jarum
3.     Mengikat
 
E.     Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat
Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut:
1.     Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus dapat digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan.
2.     Kenyamanan (Comfortable)
Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya.
3.     Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya.
4.     Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya.
5.     Keindahan (Aestetic)
Benda kerajinan harus mempunya daya tarik lebih.
 
F.     Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat
Kemasan adalah penyajian sebuah produk kerajinan. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama yaitu:
1.     Menjual produk
2.     Melindungi produk
3.     Memudahkan penggunaan produk
            4.     Memperindah penampilan produk.

VIDEO PEMBAHASAN

                                              https://youtu.be/DVJRWjIwwS0

TUGAS INDIVIDU 1
1. jelaskan yang dimaksud kerajinan!
2. jabarkan yang dimaksud dengan serat!
sebutkan 6 contoh produk kerajinan dari serat alam!

PKWU IX BAB1 Kerajinan Bahan Keras

 


Kerajinan Bahan Keras : Pengertian, Macam, Fungsi, Contoh, Teknik Pembuatan, dan Proses Produksi – Halo sobat,  pada kesempatan ini kita akan membahas materi prakarya yaitu tentang “Kerajinan Bahan Keras”. Produk kerajinan terbagi menjadi dua, yaitu produk kerajinan bahan lunak dan produk kerajinan bahan keras.



A. Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Bahan keras alami, yaitu bahan yang diperoleh di lingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, misalnya kayu, bambu, batu, dan rotan.
  2. Bahan keras buatan, yaitu bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat bahan-bahan kerajinan, misalnya berbagai jenis logam dan fiberglass.

B. Macam-Macam Produk Kerajinan Bahan Keras

a. Kerajinan Logam

Kerajinan logam menggunakan bahan logam, seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan menggunakan sistem cor, ukir, tempa, atau sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Bahan logam banyak digunakan sebagai perhiasan atau aksesori.

Selain itu, bahan logam juga digunakan sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti gelas, kap lampu, wadah serbaguna, serta piala sebagai simbol kejuaraan. Sifat loga adalah keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, misalnya diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

b. Kerajinan Kayu

Kerajinan ukir kayu adalah kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kerajinan ukir memang lebih banyak menggunakan bahan bakukayu sebagai bahan utamanya. Adapun jenis kayu yang biasa digunakan adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, dan nangka.

c. Kerajinan Bambu

Kerajinan bahan keras selanjutnya adalah kerajinan bambu. Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang sederhana bahkan yang paling rumit sekalipun. Saat ini produk kerajinan bambu tampil dengan desain yang lebih menarik dan bernilai estetis. Pembuatan kerajinan dari bahan bambu menggunakan teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung. Produk anyaman Indonesia sangat terkenal di luar negeri dengan berbagai motif dan bentuk yang dikemas dnegan menarik.

d. Kerajinan Rotan

Rotan merupakan hasil kekayaan alam yang sangat besar di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan. Rotan bersifat kuat dan lentur, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai benda kerajinan dengan teknik anyaman. Adapun contoh produksi kerajinan dari bahan rotan adalah meja dan kursi, lemari, serta tempat makan.

e. Kerajinan Batu

Indonesia sangat kaya akan jenis bebatuan yang beraneka ragam. Banyak daeah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan, seperti aksesori pelengkap busana dan sebagai penghias benda. Adapun jenis batu yang banyak digunakan untuk produk kerajinan adalah batu hitam yang keras dan batu padas berwarna putih atau cokelat yang lunak. Teknik pengolahan batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir. Kerajinan batu banyak digunakan sebagai hiasan interior dan eksterior.

f. Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass)

Kaca serat (Fiberglass) adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintai menjadi benang atau ditenun menjadi kain. Kemudian, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi. Oleh karena itu, fiberglass sering digunakan sebagai bahan mobil dan bangunan kapal. Selain itu, fiberglass  juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik. Kerajinan fiberglass  memerlukan beberapa campuran dalam proses pembuatannya. CAmpuran fiberglass terdiri cairan resin (minyak resin bahan dasarnya inyak bumi dan residu), katalis, met atau serat fiber, poles atau sabun krim silikon untuk membuat cetakan, serta talk untuk memekatkan warna.

Dengan proses pembuatannya diperlukan perbandingan yang sesuai agar mendapatkan hasil yang baik. Apabila zat cair (resin dan katalis) dicampur, maka akan bereaksi dari cair menjadi padat dan keras berwarna bening mengkilap.

C. Fungsi Produk Kerajinan Bahan Keras

Produk kerajinan dari bahan keras memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Benda pakai, yaitu karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahannya hanya sebagai pendukung saja.
  2. Benda hias, yaitu karya kerajina yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Produk kerajinan jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaannya.

D. Unsur Estetika dan Egonomis Produk Kerajinan Bahan Keras

Berbagai produk kerajinan tidak bisa dipisahkan dari unsur seni dan keindahan. Snetuhan-sentuhan nilai seni sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan aktraktif dan bernilai ekonomis. Aspek fungsi menempati porsi utama pada produk kerajinan, sehingga karya kerajinan harus bernilai ergonomis yang mencakup kenyamanan, kemanan, dan keindahan (estetika).

E. Motif Ragam Hias Produk Kerajinan Bahan Keras

Sejak dahulu kala, produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia sudah dikenal di luar negeri. Berbagai produk kerajinan yang berasal dari setiap daerah di Indonesia mempunyai motif dan ragam hias yang khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh dengan perlambangan dan juga nasihat. Adapun beberapa daerah yang terkenal dengan ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan sebagainya. Kita hendaknya mengenal serta melestarikan motif dan ragam hias Nusantara.

F. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Keras

Berikut adalah beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan keras.

a. Teknik Cor (Cetak Tuang)

Teknik cor telah ada sejak kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia. Terdapat beberapa benda kerajinan dari bahan perunggu, seperti kapak, bejana, dan perhiasan.

Berikut contoh permbuatan benda kerajinan dari bahan keras melalui teknik cor.

1) Teknik Tuang Berulang (Bivalva)

Teknik semacam ini disebut teknik tuang berulang (bivalve) karena menggunakan dua keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan. Teknik tuang berulang digunakan untuk mencetak benda-benda yang sifatnya sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.

2) Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdure)

Teknik tuang sekali pakai dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik semacam ini diawali dengan membuat model dari tanah liat. Kemudian, model tersebut dilapisi lilin sehingga terjadilah rongga. Lalu, perunggu dituang ke dalamnya dan setelah dingin cetakan tanah liat bisa dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang dikehendaki. Saat ini, banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Sebagai contoh adalah kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta dan kerajinan kuningan di Juwana dan Mojokerto.

b. Teknik Etsa

Etsa berasal dari bahasa Belkamu atau Jerman yaitu etch yang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat. Benda-benda yang berasal dari logam dapat dietsa dengan merendam dalam larutan etsa (larutan sam). Untuk melindungi bagian yang tidak ingin teretsa oleh pengikisan larutan asam, maka seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam yaitu resist atau bahan pelindung.

Larutan pengetsa terdiri dari larutan asam organik, asam mineral anorganik, ataupun campuran dari keduanya. Sebagian asam memiliki daya kikis yang sangat baik untuk jenis logam tertentu. Sementara sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya.

c. Teknik Ukir

Karya ukir di Indonesia telah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu, banyak peralatan yang terbuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda tersebut diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Selain sebagai hiasan, pada umumnya ukiran-ukiran tersebut juga mengandung makna simbolis dan religius. Terdapat beberapa jenis ukiran yaitu ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.

d. Teknik Ukir Tekan

Teknik ukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm untuk pelat logam kuningan, sedangkan untuk pelat logam tembaga sampai dengan 0,4 mm. Alat yang sering digunakan untuk ukir tekan dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan. Apabila sulit mendaptkan tanduk, maka bisa menggunakan bambu atau kayu. Cara menggunakan alat ukir tekan ini adalah dengan menekan permukaan benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.

e. Teknik Bubut

Untuk membubut diperlukan pahat bubut yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk, dan membentuk benda. Teknik bubut akan menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat, dan rapi, misalnya asbak kayu, vas bunga dari kayu, dan benda-benda mainan.

f. Teknik Anyam

Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan, sehingga menjadi satu kerya anyaman. Kerya kerajinan dari bahan keras yang menggunakan teknik anyaman adalah bambu, rotan, dan plastik.

G. Perencanaan Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

Pada umumnya, perencanaan produk kerajinan lebih menitikberatkan pada nilai-nilai keunikan dan estetika (keindahan), sedangkan dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat (fisiologis), seperti benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.

a. Pengelolaan Sumber Daya Usaha

Terdapat enam tipe sumber daya usaha yang diperlukan dalam proses produksi, yaitu man (manusia), money (uang), material (bahan), machine (peralatan), methode (cara kerja), dan market (pasar).

b. Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan

Kualitas karya kerajinanditentukan oleh kualitas bahan, teknik pengerjaan, desain, dan nilai fungsi. Pemilihan bahan sangat penting karena bahan memiliki kekuatan, bentuk yang bervariasi, tekstur, serat, pori-pori, yang semua ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan kesempurnaan karya. Aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerjainan (ergonom). Nilai estetika karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai. Kerajinan memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi praktis dan fungsi hiasan.

c. Menentukan Segmentasi Pasar

Apabila dilihat dari sudut pandang ekonomi, kerajinan cukup menjanjikan dan memiliki peluang pasar yang menggembirakan. Apabila jika ditunjang dengan melimpahnya bahan baku seta tenaga kerja yang realtif murah dibandingkan negara lain, shingga dapat menekan biaya produksi. Penambahan ragam hias dan beraneka warna menambah nilai estetika sekaligus dapat meningkatkan nilai ekonomi produk yang bersangkutan. Sentuhan seni dan estetika pada sebuah produk kerajinan sangat diperlukan untuk mengangkat citra kerajinan tersebut. Dalam rangka menentukan produk kerajinan yang akan diproduksi, kita harus memperhatikan selera pasar.

d. Menentukan Bahan atau Material Produksi Kerajinan

Pemilihan bahan atau material dalam pembuatan karya kerajinan sangat penting karena material akan mendukung bentuk, kenyamanan, dan juga memengaruhi kualitas barang tersebut.

e. Menentukan Teknik Produksi

Ada beberapa jenis kerajinan yang membutuhkan alat dan keterampilan khusus untuk membatnya. Teknik produksi kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat, dan cara yang digunakan. Pembuatan produk-produk kerajinan yang menggunakan bahan keras alami dapat dilakukan dengan teknik pahat, teknik ukir, teknik kontruksi atau sambungan, teknik raut, teknik bubut, dan sebagainya. Adapun pembuatan barang-brang kerajinan dengan menggunakan bahan keras buatan dapat dilakukan dengan teknik pahat, teknik cetak, teknik ukir, teknik etsa, dan sebagainya.

H. Produksi Kerajinan Ukir Kayu

Berikut adalah prosedur pembuatan karya kerajinan ukir kayu.

1. Merancang Produk Kerajinan Ukir Kayu

Merancang disebut juga dengan mendesain. Dalam hal ini merancang gambar desain awal dalam membuat sebuah produk kerajinan sebelum dibuat. Kelengkapan dalam gambar rancangan tersebut sebaiknya mencakup gambar tampak depan, tampak samping, dan tampak atas, serta jelas ukurannya. Selain itu, harus ada gambar potongan dan gambar perspektifnya.

2. Bahan Pendukung Produk Kerajinan Ukir Kayu

Bahan yang akan digunakan untuk membuat karya kerajinan ukir kayu harus benar-benar diperhatikan, baik dari jenisnya maupun kualitas tekstur kayunya. Karena hal tersebut akan memengaruhi dan menentukan hasil dari produks yang akan dibuat. Bahan ukiran kayu harus dipilih dari jenis kayu yang mempunyai serat padat, lurus, tidak terlalu keras, serta tidak mudah pecah dan kembang susutnya rendah. Adapun jenis kayu yang baik untuk pekerjaan ukiran dan sering digunakan di sentra-sentra ukiran di Indonesia, antara lain kayu jati, mahoni, sonokeling, cendana, dan eben.

3. Alat Pendukung Produk Kerajinan Ukir Kayu

Terdapat berbagai alat yang digunakan untuk produksi kerajinan ukir kayu dimana semua alat tersebut harus standar dan sesuai dengan fungsinya. Apabila produk yang akan dihasilkan adalah ukiran,maka yang digunakan adalah seperangkat peralatan ukir. Jika untuk kerja sekrol, maka peralatan sekrollah yang digunakan. Contoh alat yang digunakan untuk pembuatan karya kerajinan ukir kayu adalah pahat ukir, palu kayu, meja kerja, klem, sikat ijuk, mesin sekrol, pensil, penggaris, kertas gambar, lem kayu, kertas ampelas, gergaji belah, ketam tangan, meteran, dan bor.


Satu set pahat ukir terdiri dari sebagai berikut.

a. Pahat Penguku

  1. Pahat penguku dalam satu set pahat ukir berjumlah 20 bilah.
  2. Ukuran lebar pahat dimulai dari paling kecil 1,5 mm.
  3. Panjang pahat 220-250 mm dan tebal kurang lebih 1,5 mm.
  4. Fungsi pahat penguku digunakan untuk membuat ukiran bentuk lengkung, melingkar membuat bentuk cembung, cekung, ikal, dan pecahan/cawean.

b. Pahat Penyilat

  1. Pahat penyilat dalam satu set pahat ukir berjumlah 10 bilah.
  2. Ukuran lebar pahat dimulai dari paling kecil 1 mm sampai dengan 40 mm dan panjang 220-250 mm, dan tebal kurang lebih 1,5 mm.
  3. Fungsi pahat penyilat untuk membuat pahatan/ukiran bentuk garis lurus dan bentuk dasaran/lemahan.

c. Pahat Pengot

  1. Pahat pengot dalam satu set pahat ukir berjumlah 1-3 bilah.
  2. Bentuk mata pahat miring menyudut, ukuran yang biasa dipakai antara 4 mm sampai dengan 10 mm, panjang 220-250 mm, dan tebal kurang lebih 1,5 mm.
  3. Pahat pengot digunakan untuk membersihkan sudut atau sela-sela dasaran ukiran yang sulit dijangkau dengan pahat perata/penyilat.

d. Pahat Kol

  1. Pahat kol dalam satu set pahat berjumlah 5-10 bilah.
  2. Ukurannya mulai dari paling kecil 5 mm sampai dengan 45 mm, panajang 220-250 mm, dan tebal kurang lebih 0,75 mm.
  3. Fungsi pahat kol untuk membuat pahatan/ukiran bentuk cekung yang dalam, seperti alur cekung, juga biasa untuk membuat hiasan tekstur uantuk karya seni. Pahat ini juga digunakan untuk mengerjakan bagian-bagian cekung yang tidak dapat dikerjakan dengan pahat penguku.

e. Pahat Coret

  1. Pahat coret dalam satu set ukir berjumlah 1-3 bilah.
  2. Ukuran lebar pahat dimulai dari paling kecil 3 mm sampai dengan 1,5 mm.
  3. Fungsi pahat coret untuk membuat pahatan/ukiran isian/hiasan daun atau bunga dan tekstur untuk kerya seni.

4. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan sikap estetika ketika bekerja. Keselamatan kerja berkaitan dengan cara memperlakukan alat dan bahan kerja serta cara mengatur alat dan benda kerja yang baik dan aman sebab berkaitan dengan orangnya. Adapun perlengkapan dan manfaat keselamatan kerja dalam kerja ukir, adalah sebagai berikut.

  1. Sebelum bekerja hendaknya memastikan terlebih dahulu tentang ruangan yang bersih dan terang serta ventilasi udara yang cukup supaya ruang kerja menjadi nyaman.
  2. Pakailah pakaian kerja untuk melindungi dan menghindari kotoran kayu pada saat kerja ukir
  3. Pakailah sepatu kerja pada saat kerja ukir agar dapat terhindar dari kecelakaan, terkena pahat apabila jatuh dari meja kerja.
  4. Jika perlu, pakailah kaus tangan, terutama pada waktu kita sedang mengasah pahat dan merawat pahat agar tangan kita  tidak terluka dan tidak kotor.
  5. Gunakan masker pada waktu kita sedang membersihkan ukiran, pengampelasan, dan finishing. 
  6. Jika sedang bekerja tidak diperkenankan bergurau/bercanda, karena dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan kerja.
  7. Mengatur pahat ukir dengan rapi di atas meja sehingga tidak berantakan dan akan memudahkan ketika memilih pahat saat bekerja.
  8. Jika sudah selesai bekerja, kita wajib membersihkan kotoran sisa pahatan kemudian mengembalikan alat-alat pahat pada tempatnya.
  9. Mengelola limbah dengan baik.

5. Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu

Untuk menghindari kesalahan-kesalahan serta mendapatkan hasil ukiran yang maksimal, maka proses kerja harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar, yaitu sebagai berikut.

  1. Penyiapan bahan.
  2. Penyiapan alat.
  3. Membuat rancangan atau gambar kerja.
  4. Menyiapkan pola.
  5. Menempel pola pada papan yang sudah disiapkan.
  6. Menyekrol (krawangan).
  7. Memahat awal.
  8. Memahat bagian dasaran.
  9. Membentuk ukiran.
  10. Memberi benangan (coretan) pada motif.
  11. Mengampelas (menghaluskan).
  12. Finishing (proses penyelesaian akhir).

I. Wirausaha di Bidang Kerajinan Bahan Keras

Seorang wirausaha harus mempunyai perencaaan usaha yang baik. Berikut adalah aspek-aspek perencanaan usaha produk kerajinan bahan keras.

1. Aspek produksi

  1. Produksi adalah rangkaian kegiatan membentuk, mengubah, dan menciptakan sesuatu untuk meningkatkan nilai suatu produk. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi antara lain sifat proses produksi yang terus menerus atau berdasarkan jumlah pesanan, jenis dan mutu produksi, jenis produknya, serta pengendalian proses produksi.
  2. Bahan baku adalah bahan utama atau bahan poko dan merupakan komponen utama dari suatu produk. Misalnya, produk kursi kayu rotan bahan bakunya adalah rotan.

2. Aspek pemasaran, meliputi harga, lokasi, promosi, dan distribusi.

3. Aspek keuangan.

  1. Sumber internal, meliputi tabungan sendiri, setoran dari pemegang saham, menjual barang yang kurang produktif, menjual barang yang menguntungkan, serta fasilitas/tempat milik sendiri, seperti tanah dan bangunan.
  2. Sumber eksternal, meliputi perbankan, lembaga keuangan nonbank, perorangan, dan lain-lain.
  3. Proyeksi atau rancangan keuangan, meliputi neraca harian, laporan laba/rugi, laporan arus kas, dan analisis pulang pokok.

4. Aspek organisasi, meliputi tenaga kerja. Jenis tenaga kerja yang digunakan pada dasarnya terdiri dari tenaga kerja upahan dan tenaga kerja keluarga.

5. Struktur organisasi. Struktur organisasi sederhana hanya memiliki dua tingkat yaitu pemilik dan pekerja. Perusahaan kecil dengan satu produk atau beberapa produk lain yang saling berhubungan biasanya menggunakan struktur organisasi sederhana seperti ini. Dalam struktur organisasi sederhana, pemliki perusahaan cenderung mengambil semua keputusan penting secara sendiri serta terlibat langsung dalam setiap tahap kegiatan perusahaan.

6. Analisis break-even point (BEP) usaha produk kerajinan. Analisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi usaha. BEP adalah suatu keadaan dimana usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian (titik impas). Suatu suaha dikatakan layak jika nilai BEP produksi lebih besar daripada jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.

Pengertian dan Jenis-Jenis Satwa Harapan

A. Pengertian Satwa Harapan  merupakan semua jenis hewan yang bisa menghasilkan bahan baku atau jasa, dan bermanfaat dari segi ekonomis maup...